A.
SISTEM PENJUALAN
Kegiatan penjualan merupakan salah satu fungsi
pemasaran yang termasuk kelompok fungsi pertukaran, sasaran penjualan adalah
mengalihkan barang kepada pihak pembeli dengan harga yang memuaskan (Hanafiah
dan Saefuddin, 1986). Pada dasarnya kegiatan penjualan dapat dilaksanakan
sebagai berikut : penjualan melalui inspeksi (pengawasan, pemeriksaan),
penjualan melalui contoh (sample), penjualan melalui penggambaran (description),
atau penjualan melalui kombinasi dari ketiga penjualan tersebut.
Penjualan melalui/dengan pengawasan atau pemeriksaan
(inspection) maksudnya adalah adanya ijin dari para penjual kepada
pembeli untuk memeriksa dan meneliti semua barang sebelum pembeli memilih apa
yang dibelinya. Penjualan dengan cara ini terjadi karena adanya sifat-sifat
barang tersebut dan situasi pemasarannya, dimana :
§ tidak
adanya standarisasi terhadap barang,
§ adanya
sifat cepat rusak yang tinggi dari barang,
§ tingkat
pembelian yang sangat cepat sehingga lalu lintas langganan dan tingkat
penjualan akan terganggu,
§ suatu
cara memamerkan barang-barang yang akan mendorong sejumlah pembelian yang
terjadi saat bersamaan, dan
§ adanya tekanan
kepada tingkat pelayanan sendiri yang tinggi oleh pembeli-pembelinya atau
wakil-wakil dari pembeli.
Penjualan dengan
atau melalui contoh adalah penjualan karena berdasarkan kepada prinsip-prinsip
standarisasi, sehingga cukup dengan contoh saja dari barang yang diperdagangkan
yang dilihat atau diteliti oleh pembeli, jadi contoh ini akan merupakan wakil
untuk semua unit barang yang akan dijual.
Penjualan dengan penggambaran terjadi karena ada
anggapan bahwa barang-barang akan bisa digunakan sedemikian rupa di dalam
katalog-katalog, sehingga tidak ada satu unit barang pun perlu ada pada waktu
penjualan diselesaikan. Contoh penjualan barang seperti ini adalah penjualan
barang yang dilakukan melalui pos (mail order selling) dan penjualan
barang yang dilakukan untuk masa yang akan datang (future trading).
Penjualan dengan cara ini hanya mungkin dilakukan karena adanya perkembangan
standarisasi dan perbaikan mutu bersama-sama dengan perkembangan di dalam
proses komunikasi. Penjualan dengan cara ini hanya akan berhasil baik, jika
adanya syarat kebebasan dalam mengadakan kebijakan garansi terhadap
barang-barang, sehingga dengan demikian pembeli tidak perlu memeriksa
barang-barang untuk memuaskan pilihannya.
Penjualan kombinasi antara sellingby sample, selling
by inspection, dan selling by description telah menjadi biasa di
dalam perdagangan yang modern. Pada penjualan seperti ini tersedianya contoh (sample)
yang mewakili semua barang yang diperdagangkan dan daftar penawaran (cataloque)
dari sebagian barang yang dijual yang dibuat setiap hari. Para pembeli dapat
memeriksa contoh dalam kemasan-kemasan dari semua barang yang diperdagangkan.

thanks ya infonya !!!
BalasHapuswww.bisnistiket.co.id